Blogger Widgets

29 Desember, 2010

Demo di DPRD Samarinda, 4 Mahasiswa Ditangkap Polisi


Samarinda - Unjuk rasa puluhan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) diwarnai kericuhan. Sedikitnya 4 orang mahasiswa ditangkap aparat Polresta Samarinda lantaran diduga bertindak anarkis dengan merusak sejumlah fasilitas gedung wakil rakyat.

Pengamatan detikcom, mereka datang ke gedung DPRD Samarinda sekitar pukul 15.00 WITA, Senin (27/12/2010), sambil berorasi. Namun upaya mereka untuk menemui Ketua DPRD Kota Samarinda Siswadi, tidak langsung mendapat tanggapan.

Mahasiswa lalu bertindak anarkis. Mereka membanting sejumlah fasilitas gedung wakil rakyat, termasuk diantaranya sejumlah kursi. Beruntung, tindakan mereka tidak terus berlanjut dan wakil rakyat termasuk Ketua DPRD Samarinda Siswadi bersedia menemui mereka dengan berunding di ruang pertemuan utama DPRD Samarinda.

Aparat kepolisian yang menerima informasi tindakan anarkis tersebut, langsung mendatangi gedung DPRD Samarinda, Jl Basuki Rahmat. Aparat berjaga-jaga di luar ruang pertemuan dengan maksud untuk menangkap sejumlah mahasiswa yang melakukan tindakan anarkis tersebut.

Kericuhan kembali terjadi. Usai bertemu wakil rakyat, para mahasiswa yang keluar meninggalkan ruang pertemuan, langsung diciduk polisi. Sedikitnya 4 mahasiswa pun berontak meski akhirnya tanpa perlawanan berarti ketika digelandang ke mobil aparat. Mereka yang diduga melakukan tindakan anarkis, digiring ke Mapolresta Samarinda, untuk diinterogasi.

"Ada apa Pak? Kenapa ini?" kata Andis, salah seorang mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, ketika dibekap aparat menuju kendaraan roda empat petugas.

Kabag Operasional Polresta Samarinda Kompol Yusep Gunawan Sik ketika ditemui
wartawan di halaman parkir DPRD Samarinda membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, tindakan itu diambil lantaran para mahasiswa diduga melakukan tindakan anarkis.

"Mereka melakukan pengerusakan terhadap sejumlah barang-barang dinas DPRD Kota Samarinda," tetapi pada pertemuan mahasiswa dengan siswandi sebelum ke mahasiswa di ciduk, siswandi sebagai anggota DPRD sendiri telah berjanji kepada mahasiswa bahwa tidak akan mempermasalahkan persoalan kerusakan barang-barang di gedung tersebut, tetapi kenapa masih di lakukan penangkapan? kata salah seorang partisipan pada aksi tersebut. yang lebih membingungkan mahasiswa lagi, polisi dalam melakukan penangkapan itu tidak melalui prosedur yang benar. sebenarnya mahasiswa yang di tangkap itu bukanlah mahasiswa yang melakukan tindakan anarkis merusak barang - barang di gedung DPRD Samarinda dalam kata lain polisi sudah sangat jelas melakukan kesalahan dengan salah menagkap orang.

tiga point yang bisa di ambil dari kejadian tersebut, ialah yang pertama siswandi telah berbohong dan tidak menepati janjinya kepada mahasiswa, yang kedua telah tejadi salah tangkap kepada mahasiswa oleh aparat kepolisian, dan yang ke tiga, aparat kepolisian tidak melakukan prosedur sebagai mana mestinya dalam melakukan pengamanan di semua aksi yang dilakukan mahasiswa...



(detikNews.com)

Tidak ada komentar:

Entri Populer

Pengikut

pencarian