Blogger Widgets

11 Mei, 2014

Ilmuan Menemukan Bukti Bahwa Tumbuhan Bertasbih Mengagungkan Nama Allah SWT

Pada sebuah penelitian ilmiah yang diberitakan oleh sebuah majalah sains terkenal, Journal of plant Molecular Biologist, menyebutkan bahwa sekelompok ilmuwan yang mengadakan penelitian mendapatkan suara halus yang keluar dari sebagian tumbuhan yang tidak biasa didengar oleh telinga biasa. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam dengan sebuah alat perekam tercanggih yang pernah ada.

Para ilmuwan selama hampir 3 tahun meneliti fenomena yang mencengangkan ini berhasil menganalisis denyutan atau detak suara tersebut sehingga menjadi isyarat-isyarat yang bersifat cahaya elektrik (kahrudhahiyah) dengan sebuah alat yang bernama Oscilloscope. Akhirnya para ilmuwan tersebut bisa menyaksikan denyutan cahaya elektrik itu berulang lebih dari 1000 kali dalam satu detik.

Prof. William Brown yang memimpin para pakar sains untuk mengkaji fenomena tersebut mengisyaratkan setelah dicapainya hasil bahwasanya tidak ada penafsiran ilmiah atas fenomena tersebut. Padahal seperti diakui oleh sang professor bahwa pihaknya telah menyerahkan hasil penelitian mereka kepada universitas-universitas serta pusat-pusat kajian di Amerika juga Eropa, akan tetapi semuanya tidak sanggup menfsirkan fenomena itu bahkan semuanya tercengang tidak tahu harus berkomentar apa...

Pada kesempatan terakhir, fenomena tersebut dihadapkan dan dikaji oleh para pakar dari Britania, dan diantara mereka ada seorang ilmuwan muslim yang berasal dari India. Setelah 5 hari mengadakan mengadakan penelitian dan pengkajian ternyata para ilmuwan dari Inggris tersebut angkat tangan. Sang ilmuwan muslim tersebut mengatakan: "Kami umat Islam tahu tafsir dan makna dari fenomena ini, bahkan semenjak 1400 tahun yang lalu".

Maka para ilmuwan yang hadir pun tersentak dengan pernyataan tersebut, dan meminta dengan sangat untuk menunjukkan tafsir dan makna dari kejadian itu.
Sang ilmuwan muslim segera menyitir firman Allah:
"....Dan tak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya,tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun" (QS.Al-Israa': 44)

Tidaklah suara denyutan itu melainkan lafadz jalalah (nama Allah Azza wa Jalla) sebagaimana tampak dalam layer (Oscilloscope) .Maka keheningan dan keheranan luarbiasa menghiasi aula dimana para ilmuwan muslim tersebut berbicara.

SubhanalLaah, Maha Suci Allah! Ini adalah salah satu mukjizat dari sekian banyak mukjizat agama yang haq ini!! Segala sesuatu bertasbih menggunakan nama Allah Jalla wa 'Ala. Akhirnya orang yang bertanggung-jawab terhadap penelitian ini, yaitu Prof. William Brown menemui sang ilmuwan muslim untuk mendiskusikan tentang agama yang dibawa oleh seorang Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) sebelum 1400 tahun lalu tentang fenomena ini. Maka ilmuwan tersebut pun menerangkan kepadanya tentang Islam, setelah itu ia menghadiahkan alQur'an dan terjemahnya kepada sang professor.

Selang beberapa hari setelah itu, professor William mengadakan ceramah di universitas Carnich - Miloun, ia mengatakan: "Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah didalam alQur'an. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan "Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq melainkan Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya"

Sang professor ini telah mengumumkan Islam nya dihadapan para hadirin yang sedang terperangah.

04 Mei, 2014

Sebelum Aku Menjadi Imam Bagimu

Untukmu Bidadari Sepanjang Hidupku.
Maafkan aku, di hari jadi kita ini aku tidak bisa memenuhi permintaanmu, aku tidak bisa mengabulkan permintaan sederhanamu, karena aku ingat akan dosa-dosaku, dosa yang menggerogoti seluruh hatiku, maka rusaklah segala akal dan prilakuku. 

Aku tak ingin membimbingmu jika membimbing diriku saja aku belum siap. aku merasa belum mampu berada satu shaf di depanmu, karena ku tak ingin kemunafikan yang menguatkan kakiku untuk berdiri menjadi imammu.

Sebelum aku menjadi imam bagimu, ijinkan aku memperbaiki imanku, agar aku dapat menjadi imam yang baik, yang mampu berdiri kokoh melindungimu dari teriknya kehidupan, yang mampu mengangkatmu saat kita tersungkur jatuh, dan yang mampu menjaga imanku serta imanmu di dalam hidup kita nanti.

Wahai Kekasihku
Terkadang akupun mengkhayalkan hal itu, saat dimana nanti aku menjadi yang halal bagimu, pria yang akan kau cium tangannya saat pergi dan pulang kerja, pria yang akan mengecup keningmu setelah selesai shalat berjamaah, pria yang akan menafkahimu apapun keadaannya.

Wahai mutiara terindahku
Kelak engkau bukan hanya sekedar kawan sepanjang hidupku. engkau akan menjadi bidadari yang selalu menerangi malamku dan embun dipagi hariku

Maaf bidadariku
Jika aku tak sanggup mengatakan setiap serpihan hati yang aku rasakan. Dan maaf jika selama ini hanya membuat mu terluka
Jangan pernah menangis wahai bidadari surgaku, senyummu lah yang selalu menyejukan hatiku, tawamu yang menghangatkan jiwa ku yang membeku.. 

Berjanjilah wahai bidadari indahku, 
Berjanjilah untuk tidak menangis larut dalam timbunan luka dari goresan masa lalumu.  Berjanjilah untuk tidak egois terhadapku, egois dengan memberikan separuh hatimu padaku, dan separuhnya lagi tak kau bersihkan dari siraman masa lalumu hingga kau mengurangi senyummu kepadaku. Berjanjilah senyuman itu selalu merekah dan berjanjilah engkau akan selalu bahagia, karena senyummu adalah sumber dari kebahagiaanku. jika kau pudarkan senyummu maka tak ada berkah dalam setiap keseharianku.

Dan satu pesanku padamu 
"Senyumlah dalam menghadapi apapun sayang yakinlah semua akan baik baik saja.. Allah akan selalu menjagamu”

07 April, 2014

Untukmu Calon Istriku

Bismillahirrahmanirrahim
Apa kabarmu hari ini wahai wanita pujaanku?
Semoga setiap tingkah dan langkahmu selalu ada dalam ridho dan lindungan Yang Maha Kuasa.
Kapanpun kau membaca surat ini, percayalah, aku sedang memikirkanmu saat ini. Dan ya, aku merindukanmu. Bahkan kadang aku sangat merindukanmu.

Wahai wanita yang selalu ada dalam pikiranku, hal yang paling aku takutkan di dunia ini adalah kesepaian dan kesendirian. Maka mendekatlah padaku. Temani aku. Persiapkan dirimu untuk hidup bersamaku, menemaniku mengarungi luatan kehidupan. Seberapapun ganasnya badai yang akan kita hadapi nanti, tetaplah bersamaku. Kita akan menghadapinya bersama-sama. Aku berjanji padamu. Aku tak akan melepaskanmu dan tak akan meninggalkanmu. Aku tau ini tak akan mudah. Semoga Yang Maha Kuasa selalu menjadi pelindung kita.
Wahai dambaan hatiku, kau mungkin tau bahwa aku menginginkan wanita yang cantik yang selalu bisa menyejukkan mataku. Tapi kau tidak perlu berdandan yang berlebihan agar terlihat cantik di mata orang lain yang memandangmu. Cukup kau bisa terlihat cantik di mataku. Tersenyumlah. Itu sudah lebih dari cukup untukku.
Kau juga mungkin tau, bahwa aku menginginkan wanita yang kaya dan dari keluarga terhormat. Tapi jika kau bukan dari golongan itu, tidak masalah, karena aku juga bukan dari keluarga yang kaya dan terhormat. Selama kau tetap bersamaku, menemaniku, kita akan membangun istana kita sendiri. Dengan tangan kita sendiri. Batu bata demi batu bata. Mulai dari pondasi. Biarkan tangan kita melepuh karena ini. Aku tak peduli jika telapak tanganmu tak halus lagi. Aku akan tetap mencintaimu. Selalu mencintaimu.
Wahai calon ibu dari anak-anakku, kau mungkin tau aku akan sangat merasa beruntung jika kau adalah wanita yang cerdas dan berpendidikan tinggi. Tapi jika itu membuatmu merasa lebih tinggi derajatnya daripada aku, sunguh, aku tidak membutuhkan itu. Kau tidak perlu menjadi wanita yang bisa membuat nuklir, pengacara hebat, ataupun menemukan obat dari penyakit yang belum pernah ada di bumi ini. Cukup kau tau tentang kewajiban-kewajiban dan hak-hakmu sebagai seorang istri dan seorang ibu. Dan selama kau selalu berusaha menjadi istri yang berbakti dan ibu yang penuh kasih sayang, bisa mendidik anak-anak kita nantinya menjadi generasi yang beriman kepada Sang Pencipta dan bermanfaat untuk orang-orang di sekitarnya, aku akan sangat bersyukur untuk itu. Aku pun bukan orang yang cerdas dan berpendidikan tinggi, dan aku siap belajar bersamamu. Belajar tentang banyak hal tentang apa saja dari kehidupan ini.
Wahai calon istriku, mungkin nanti kau ingin bekerja di luar rumah untuk membantu kehidupan keluarga kita. Aku tidak akan melarangmu melakukan itu. Tapi alangkah lebih baiknya jika kau tetap berada di rumah, mengurus pekerjaanmu sebagai istri dan merawat serta mendidik anak-anak kita sebagai ibu. Kau mungkin tak akan menyukai pekerjaan seperti itu, karena aku tau itu adalah pekerjaan yang sangat melelahkan, dan bayarannya pun mungkin tidak sesuai dengan apa yang kau harapkan. Tapi sekedar engkau tau, itu adalah pekerjaan tersulit dan yang sangat mulia. Tak ada satupun sekolah di dunia ini yang mengajarkan hal itu. Dan bayarannya adalah cinta. Sesuatu yang lebih berharga dari sekedar lembaran rupiah.
Aku sadar pekerjaanku saat ini bukanlah pekerjaan yang bagus. Hasilnya pun mungkin tak sebesar yang kau harapkan, jadi jangan pernah meminta lebih dari yang mampu aku berikan kepadamu. Kau mungkin akan menganggapku lelaki yang egois, tapi percayalah aku sangat ingin membuatmu merasa nyaman dengan apa yang kita miliki. Aku juga ingin bisa memanjakanmu dengan sedikit kemewahan dunia. Semoga kau tau harta yang berkah dan halal lebih penting dari itu semua. Aku berdoa kepada Tuhan semoga aku selalu dalam bimbingan-NYA untuk mencari rezeki dari hal yang diridhoi-NYA dan bisa memberi makan engkau dan anak-anak kita dengan makanan yang baik dan halal.
Wahai pujaan hatiku, jika nanti aku marah dan menumpahkan semua kekesalanku padamu, jangan pernah sekalipun kau membantahku. Diamlah. Menangislah jika kau ingin menagis. Mohon maaflah kepadaku, meskipun kau tau bahwa itu semua adalah kesalahanku. Semoga dengan begitu kau mampu meredam amarahku. Tentu kau boleh membela dirimu, nanti, saat kemarahan benar-benar hilang dari hatiku. Tak perlu mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Karena kebersamaan kita jauh lebih penting daripada hal itu.
Aku harap engkau tau, walaupun aku sudah menjadi seorang suami, dan ayah dari anak-anak kita, tapi aku juga masih menjadi anak dari orang tuaku. Dan jika nantinya aku lebih mementingkan mereka daripada memenuhi kebutuhanmu, bersabarlah. Semoga Tuhan menjadikanmu termasuk orang-orang yang sabar.
Wahai bidadariku, jika nanti aku lalai dalam melakukan kewajibanku sebagai seorang suami dan atau seorang ayah, terlebih lagi sebagai seorang hamba dari Sang Pencipta, ingatkanlah aku. Tapi tetaplah jaga kelembutan tutur katamu, tetaplah engkau tersenyum kepadaku. Peluklah aku, lalu ingatkan aku.
Aku sadar, setiap dari kita pernah memiliki cerita bersama orang-orang istimewa di masa lalu. Tapi jangan pernah membawa mereka naik di tempat tidur kita. Karena tempat tidur kita hanya berisi impian, harapan, dan juga cita-cita masa depan kita.
Engkau mungkin akan menganggapku lelaki yang egois. Tapi percayakah kau, bidadariku?  Kau tercipta sebagai makhluk yang istimewa, bahkan mungkin yang paling istimewa. Dan kau tak perlu membuktikan kepada siapapun, terutama kepada diriku, keistimewaanmu di luar kodratmu sebagai wanita.
Sebagai penutup dari suratku ini, aku ingin mengingatkanmu tentang kabar gembira untukmu yang pernah aku dengar dari orang yang lebih memahami ini dibandingkan aku.
Tuhan memberikan kebebasan kepada kaummu untuk memasuki syurga dari pintu manapun yang kau kehendaki. Cukup kau kerjakan shalat, membayar zakat, puasa, dan berbakti kepada suamimu.
Sebagai laki-laki, untuk alasan tertentu, aku iri akan keistimewaanmu.
Semoga kau tidak lupa akan keistimewaanmu.
Tetaplah berdoa untukku.
Semoga Yang Maha Kuasa semakin mendekatkan kita dan selalu melindungi kita dari hal-hal yang tidak disukai-NYA.
Aku merindukanmu, bidadariku.

11 Februari, 2014

SIFAT WANITA YANG IDEAL UNTUK DINIKAHI

Pernikahan ditujukan untuk bisa mengambil kenikmatan (satu sama lainnya) dan untuk membina rumah tangga yang shalihah serta masyarakat yang baik, sebagaimana yang telah kami katakan di muka. Oleh karena itu maka wanita yang ideal untuk dinikahi ialah wanita yang diharapkan nantinya dapat mewujudkan kedua tujuan tersebut dengan sempurna yaitu wanita yang disifati dengan kecantikan paras secara fisik dan maknawi.
Maka wanita yang cantik parasnya adalah wanita yang sempurna fisiknya, karena seorang wanita itu jika dia cantik saat dipandang, lembut tutur katanya, maka matapun manjadi sejuk untuk memandanginya dan telingapun tenteram mendengarkan tutur katanya, sehingga hatipun terbuka untuknya dan dada menjadi lapang menerimanya serta jiwapun tenteram bersamanya dan terwujudlah apa yang difirmankan Allah Subhaanahu wa Ta’ala :
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang�? (QS. Ar Rum : 21)
Kecantikan maknawi yaitu kesempurnaan agama dan akhlak, sehingga manakala wanita tersebut adalah wanita yang taat beragama dan berakhlak mulia maka dia menjadi lebih dicintai oleh setiap jiwa dan lebih selamat akibatnya. Maka wanita yang beragama, dia akan taat menjalani perintah Allah, senantiasa menjaga hak-hak suami, rumah tangga serta anak-anak dan harta suaminya. Senantiasa membantu suami untuk menunaikan ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala di kala suami ingat kepadaNya. Jika suami malas maka dia yang menyemangatinya, jika suami marah maka dia yang membuatnya ridha. Sedangkan wantia yang berakhlak adalah wanita yang memberikan belaian kasihnya kepada suami dan menghormatinya. Selalu menyegerakan apa yang disukai suami dan tidak menunda-nunda sesuatu yang disuka suami. Dan Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang wanita yang bagaimanakah yang baik? Maka beliau menjawab :
Yaitu wanita yang menyenangkan suami jika dipandang dan mentaati suami jika diperintah dan tidak mengkhianati suami pada dirinya sendiri dan tidak mengkhianati hartanya dengan sesuatu yang ia benci�?. (HR. Ahmad dan Nasaai)
Dan beliau Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
Nikahilah oleh kalian wanita yang penuh kasih lagi subur karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya kalian dihadapan para nabi, atau beliau menyatakan: dihadapan segenap umat�? (HR. Abu Daud dan An Nasaai)
Maka apabila memungkinkan untuk mendapatkan wanita yang memenuhi kriteria wanita yang cantik parasnya dan cantik batinnya maka ini adalah kesempurnaan dan kebahagiaan dengan taufik dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
Sumber : Maka.., Menikahlah, Penulis : Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin, Penerbit : Ittibaus Salaf Press.

JANGAN LEPAS JILBABMU..!! JANGAN DEKATI NERAKA HANYA KARENA INGIN DIBILANG GAUL DI DUNIA.!!!




Dengan mengucap Bismillaahirrahmaanirraahiim, saya gerakan pena di tangan saya untuk menulis artikel religius, kali ini dakwah saya (lewat tulisan) setentang jilbab (hijab) sesuai judul artikel ini tersebut di atas, semoga tulisan ini bermanfaat, sekaligus mendapat tempat di hati saudari-saudariku (kaum muslimah), para wanita (anak-anakku, kemenakan-kemenakanku, cucu-cucuku) seiman, seaqidah. Semoga !
Kenapa ketika akan menulis, saya mengucap Bismillah ? Saya ingin pekerjaan saya (menulis) artikel ini mendapat barokah (bermanfaat), sesuai Hadist dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Semua pekerjaan yang berfaedah yang tidak dimulai dengan Bismillaahirrahmaanirrahiim putus (hilang berkahnya).” (HR. Rahawi)
Saudarku, dalam kitab suci Al-Qur’an dan Hadist Nabi SAW terdapat perintah yang menerangkan tentang pentingnya seorang wanita muslimah mengenakan jilbab agar terhindar dari segala macam bentuk fitnah.
  • Misalnya dalam surat Al Ahzab :
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min : hendaknya menutupi badan mereka dengan jilbabnya atas (seluruh tubuh) mereka. Demikian itu (supaya) lebih dekat (mudah) dikenal, (bahwa mereka adalah wanita-wanita yang baik pekertinya), lalu mereka tidak akan diganggu (oleh orang-orang munafik). Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.” (QS. Al-Ahzab : 59)
Firman Allah SWT tersebut memerintahkan kepada Nabi SAW untuk mengajak istri-istri, anak-anak gadis dan wanita-wanita mukminin lainnya untuk memakai jilbab. Kalau kita renungkan arti dari ayat-ayat itu maka akan kita dapatkan bahwasanya perintah memakai jilbab tidak dibedakan antara keluarga Nabi SAW maupun keluarga orang-orang mukmin lainnya. Karena jilbab merupakan lambang kesucian diri seorang wanita.
· Potongan ayat : (yang artinya) “Demikian itu (supaya) lebih dekat (mudah) dikenal (bahwa mereka adalah wanita-wanita yang baik budi pekertinya) lalu mereka tidak akan diganggu (oleh orang-orang munafik)” adalah jelas menjelaskan kaepada kita bahwa para wanita yang memakai jilbab dapat terjaga kehormatan dirinya. Kemudian potongan ayat : (yang artinya) “Lalu mereka tidak akan diganggu.” Ayat ini menerangkan bahwasanya orang-orang munafik, fasik, dan orang-orang fajir tidak akan mampu untuk mengganggu (menyakiti) mereka lantaran jiwa dan hati (gadis yang menggunakan jilbab) telah terlindungi.
· Perhatikan surat An Nur, Allah SWT berfirman :
“Dan katakanlah kepada kaum mu’min wanita, agar mereka menahan pandangan mereka dan mengekang nafsu birahi mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan (memamerkan kecantikan) mereka, kecuali sebagian yang kelihatan. Dan hendaknya mereka memakai kerudung sampai menutupi dada mereka. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka (memamerkan kecantikan mereka) kecuali untuk suami mereka atau anak mereka sendiri atau anak-anak dari anak-anak saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita yang lain atau budak-budak yang dimiliki oleh mereka atau orang-orang yang menyertai mereka yang tidak mempunyai lagi hajat keperluan pada wanita lagi atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Janganlah mereka berjalan sambil menggoyangkan kakinya supaya dapat diketahui orang sebagian perhiasan yang mereka sembunyikan. Bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, agar kamu mendapat kebahagiaan.” (QS. An-Nur : 31)
Saudaraku, dengan memperhatikan surat An-Nur ayat 31 tersebut, dapatlah kita mengetahui bahwa perintah yang terkandung di dalamnya itu ditujukan kepada wanita-wanita mukminat dan itu menunjukkan bahwa menggunakan hijab (jilbab) merupakan tanda orang beriman. Lalu Allah SWT mengaitkan antara perintah tersebut dengan perintah untuk menahan pandangan dan memelihara kemaluan, disusul dengan perintah untuk memakai jilbab. Hal itu menunjukkan bahwa jilbab dapat membantu dan mengantarkan seseorang untuk sampai pada keutamaan-keutamaan ini :
· Seperti pada akhir ayat disebutkan (yang artinya) : “Agar kamu mendapat kebahagiaan.” Ungkapan ini menekankan bahwa kebiasaan memakai jilbab merupakan jalan menuju kesuksesan (kebahagiaan dan keberuntungan)
· Sementara dalam surat Al-Ahzab ayat 33, berfirman Allah SWT :
“Dan (hendaklah) kamu tetap di rumah-rumahmu (melainkan jika ada keperluan, jika demikian bolehlah kamu keluar dari rumah). Dan janganlah kamu memperlihatkan dirimu (seperti) orang-orang jahiliyah yang dulu. Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah hanya menghendaki untuk menghilangkan dosa-dosa dan kamu (hal ahlul-bait), dan Allah (hendak) membersihkan kamu dengan sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab : 33)
Saudaraku, sidang pembaca yang budiman. Jangan lupa bahwa ambisi musuh-musuh Islam dalam mewujudkan (menjadikan) para wanita muslimah sebagai sarana perusak dan penghancur di tengah-tengah lingkungan orang-orang muslim itu sendiri. Langkah pertama mereka adalah mengajak dengan berbagai cara (methode) agar kaum wanita (muslimah) gemar melakukan tabarruj. Apa itu tabarruj? Tabarruj adalah memperlihatkan perhiasan atau mempertontonkan wajah dan kecantikan yang dimilikinya serta menampakkan sesuatu yang dapat menimbulkan fitnah (seperti aurat tubuhnya) dihadapan laki-laki, yang bukan muhrimnya. Dan dalam surat Al-Ahzab ini Allah SWT menyinggung tentang larangan (bertabarruj) – adalah lawan dari perintah berjilbab (berhijab). Lewat tulisan religius ini penulis mengingatkan kepada saudari-saudariku (kaum muslimah) untuk lebih (wajib) extra berhati-hati lagi di dalam mengantisipasi fitnah kerji ini tentu saja begitu pun bagi kaum prianya.
· Rasulullah SAW pun pernah mengingatkan kita untuk menghindari diri dari bencana semacam ini, dengan sabdanya :
“Berhati-hatilah kalian terhadap dunia, berhati-hatilah kalian terhadap wanita. Karena sesungguhnya fitnah (bencana) pertama yang dialami oleh Bani Israil bersumber dari wanita.” (HR. Muslim)
Ket : Hadist ini terdapat dalam kitab Adz-Dzikir Wa Ad-Du’a Wa At-Taubat Wa al-Istigfar, diriwayatkan oleh Imam Muslim pada bab Aktsaru Ahli al-Jannah al-Fuqara’ wa Aktsaru Ahli an-Nar an-Nisa (Mayoritas penghuni Syurga adalah kaum fakir dan mayoritas penghuni neraka adalah kaum wanita)
  • Di dalam Hadist yang lain, Rasulullah SAW bersabda :
“Aku tidak meninggalkan cobaan apapun sesudahku yang lebih mendatangkan mudharat (bahaya) bagi kaum laki-laki selain wanita.” (HR. Bukhari)
Saudaraku, gencarnya serangan-serangan mereka (yang memusuhi Islam) yang datang dari luar dan masuk ke dalam dengan segala macam cara dan dengan berbagai macam cara pula mereka berusaha untuk menyebarluaskan prbuatan hina, mendorong kaum wanita agar melakukan perbuatan tercela minimal melepaskan jilbabnya. Membanjirinya took-toko pakaian yang mengundang birahi dengan berbagai model dan corak. Sehingga terjadilah fitnah dimana-mana, mereka (kaum wanita kita) mulai memperlihatkan semua keindahan tubuhnya, melalui televisi, satelit dan parabola, baik itu berupa tayangan sinetron, video, vcd, Hp genggam yang sudah dapat merekam gambar secara otomatis atau majalah atau media lainnya berlomba-lomba, aurat tubuh wanita dipertontonkan. Naudzubillah ! Summa naudzubillah.
· Saudaraku, kembali kepada surat Al-Ahzab ayat 33 (yang artinya) : “Dan (hendaklah) kamu tetap di rumah-rumah mu (melainkan jika ada keperluan, jika demikian bolehlah kamu keluar dari rumah). Dan janganlah kamu memperlihatkan dirimua (seperti) orang-orang jahiliyah yang dulu.”
Seperti dikatakan di atas, Allah SWT melarang bertabarruj lawan dari berjilbab. Karena perbuatan tabarruj dianggap sebagai perbuatan orang-orang jahiliyah dengan maksud untuk memberi dorongan kepada kaum muslimin untuk menjauhinya. Dalam sebuah kaidah fikih disebutkan : An Nahyu ‘ani asy-Syay’i amrun bi ahiddihi (larangan terhadap sesuatu, berarti perintah mengerjakan sesuatu yang menjadi lawannya). Artinya bahwa ayat tersebut (surat Al Ahzab : 33) merupakan ajakan untuk menggunakan (memakai) hijab (jilbab), kemudian ayat ini di akhiri dengan Firman Nya yang berbunyi (artinya) : “Dan Allah (hendak) membersihkan kamu dengan sebersih-bersihnya.”
Ini artinya menunjukkan bahwasanya hijab atau berjilbab (begitu pula dengan perintah-perintah Allah SWT lainnya) merupakan jalan menuju kesucian serta sarana untuk menjaga kehormatan diri seseorang. Kalau menggunakan jilbab dapat melahirkan nilai-nilai positif maka sebaliknya perbuatan tabarruj dapat menyebabkan kerusakan moral (kerusakan akhlak) seorang wanita (gadis) yang melakukan tabarruj, ia dapat merusak dirinya sendiri, begitu pula merusak akhlak laki-laki yang ada disekitarnya. Hal ini merupakan tanda-tanda dari sedikitnya rasa malu yang dimiliki oleh seorang wanita, berkurangnya semangat beragama dan matinya sensifitas seseorang.
· Saudaraku, siksaan (azab) bagi wanita-wanita pelaku perbuatan tabarruj, seperti yang diterangkan Nabi SAW berikut ini :
· Bersabda Rasulullah SAW :
“Ada dua jenis penghuni neraka yang belum pernah aku melihat sebelumnya. Kaum lelaki yang memegangi cemeti yang berbentuk seperti ekor-ekor sapi lalu digunakan untuk memukul manusia lain, wanita-wanita yang berpakaian tetapi mereka terlihat seperti telanjang, mereka berlenggang lenggok, dan kepala-kepala mereka seperti punuk seekor unta. Mereka tidak dapat masuk ke dalam syurga dan tidak dapat mencium baunya (aroma syurga). Sesungguhnya bau syurga harumnya dapat dirasakan dari jarak ini dan ini (jarak yang sangat jauh).” (HR. Muslim)
Ket : Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab : Al-Libas wa az-Zinah, pada bab ‘An-Nisa al-Kasiyat al Ma’ilat al-Mumilat (wanita yang berpakaian seperti telanjang, berlenggang-lenggok, kepala mereka seperti punuk seekor unta).
Sebuah Hadist yang sama, juga diriwayakan oleh Imam Muslim tetapi dengan sedikit perbedaan redaksi setentang siksaan wanita-wanita yang melakukan tabarruj.
· Dari Abu Hurairah ra, bersabda Rasulullah SAW : “Dua golongan penduduk Neraka yang tidak sudi diperlihatkan kepadamu : Kaum zalim yang buas yang memegang senjata ditangannya yang selalu digerakkannya untuk membunuhi manusia. Kaum wanita yang berpakaian setengah telanjang yang memiringkan diri kiri kanan (untuk menggiurkan nafsu laki-laki) sedangkan rambut di kepalanya ditinggikan bagaikan pundak di punggung unta. Mereka tidak masuk syurga bahkan tidak dapat mencium harumnya bau syurga yang sangat jauh jaraknya daripada mereka.” (HR. Muslim)
· Dan Hadist berikut ini : “Nabi SAW bersabda : Wahai Asma, sesungguhnya seorang perempuan apabila sudah datang waktu haid tidak boleh memperlihatkan tubuhnya, melainkan ini dan itu sambil menunjuk muka dan dua telapak tangannya.” (Dikutip dari buku : Dosa-Dosa Besar dan Ayat-Ayat Allah Yang Dilupakan Umat Islam. Oleh : Hasnul Ahmad. Penerbit : Yayasan Dakwah Islamiyah Amar Ma’ruf Nahi Munkar)
Saudaraku, kaum muslimah yang berbahagia. Beralih dakwah saya (lewat tulisan) ini kepada setentang bagaimana kehidupan para sahabat wanita di zaman Rasulullah SAW bagaimana kesungguhan mereka memakai kerudung (berjilbab).
· Dari Aisyah ra berkata : “Sesungguhnya wanita-wanita Quraisy memiliki beberapa kelebihan. Demi Allah, sesungguhnya aku tidak pernah melihat wanita lain yang lebih baik daripada wanita kaum Anshar dalam hal keimanannya terhadap kitabullah dan apa-apa yang diturunkan-Nya. Ketika turun surat An-Nur, pada potongan ayat (yang artinya) : Dan hendaknya mereka memakai kerudung sampai menutupi dada mereka. Maka saat itu pula para suami membacakan kepada anak-anak perempuan, saudara-saudara perempuan dan kerabat-kerabatnya setelah dibacakan, maka tidak ada satu wanita pun kecuali mereka memakai kerudung (jilbab) lalu mereka melipatkannya di atas kepala mereka. Hal itu dilakukan karena kepercayaan dan keimanan mereka terhadap apa yang telah diturunkan Allah dalam kitab-Nya. Kemudian tatkala mereka berada di belakang Nabi SAW, mereka terlihat sudah mengenakan jilbab. Seolah-olah di atas kepala mereka ada seekor burung ghirban.” (Hadist ini disebutkan oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir, kemudian disandarkan kepada : Ibnu Abu Hatim)
Ket : Hadist ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, dalam kitab Al-Libas pada bab Firman Allah yang berbunyi : Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung di dada mereka.
· Dan Hadist yang bersumber dari Urwah dan Aisyah ra, ia berkata : “Semoga Allah SWT mengasihi wanita-wanita Muhajirin generasi pertama ketika Allah menurunkan ayat yang berbunyi, (artinya) : Dan hendaknya mereka memakai kerudung sampai menutupi dada mereka. (An-Nur : 31), mereka dengan segera menutup kepalanya dengan kain yang dililitkan.” (HR. Bukhari)
Ikhtilath ialah melakukan pergaulan (berkumpul) wanita-wanita di tengah-tengah kelompok laki-laki (tanpa risih) tanpa ada batasan atau ikatan apapun, telah hilang batasan-batasan syariat yang mengatur agar dua makhluk berlainan jenis tidak berada dalam suatu tempat secara terbuka. Sikap tabarruj dan ikhtilath ini sengaja senantiasa didorong dan diupayakan oleh musuh-musuh Islam (orang-orang yang tidak senang) terhadap Islam dan oleh orang-orang yang mendukungnya.
Saudaraku sesama muslim, wabil khusus kaum muslimah. Sekali lagi penulis mengingatkan, jangan sekali-kali kita lengah, artinya kita selalu siap dengan Istiqomah mengantisipasi sewaktu-waktu datangnya fitnah keji mereka.
Untuk lebih menegaskan penjelasan di atas, perhatikan komentar seorang Ulama besar yang tertulis di dalam kitab Ath-Thuruq al-Hukah ditohqiq. Oleh : DR. Mohammad Jamil Ghazi, setentang dampak buruk yang ditimbulkan akibat perbuatan ikhtilath.
· Berkata Imam Ibnu Qoyyim : ”Tidak diragukan lagi, bahwa ikhtilath seorang wanita ditengah-tengah kaum laki-laki adalah sumber dari segala perbuatan buruk dan tercela. Hal ini merupakan salah satu penyebab terbesar turunnya ‘azab Allah kepada suatu bangsa. Sebagaimana juga hal tersebut akan berdampak buruk bagi orang lain. Sedangkan ikhtilath yang dilakukan oleh seorang laki-laki ditengah-tengah kaum wanita hanya akan menimbulkan perzinahan dan perbuatan keji lainnya.”
· Tetapi perhatikan bagaimana perilaku (kehidupan) terpuji, karena perasaan (hati) yang sudah terlandasi dengan manisnya iman para Sahabat Wanita berikut ini :
· Diberitakan oleh Hamzah bin Abu Al-Anshari dari ayahnya. Disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW keluar dari pintu Masjid. Di luar pintu Masjid itu beliau mendapatkan beberapa laki-laki sedang bercengkerama dengan beberapa wanita. Melihat hal tersebut beliau berkata kepada kaum wanita itu : “Perlambatlah jalan kalian ! Sesungguhnya kalian tidak berhak berjalan di tengah-tengah kaum laki-laki. Langkah terbaik yang kalian tempuh adalah dengan menyamping ke sisi jalan.” Kemudian para wanita itu merapat ke tembok hingga baju yang mereka kenakan tersangkut, karena rapatnya tubuh mereka dengan tembok.” (HR. Abu Daud)
· Dan Hadist di dalam kitab Shahih Al-Bukhari, bahwa Ummul Mukminin Aisyah ra pernah melakukan thawaf dengan dikelilingi oleh beberapa orang laki-laki. Lalu Nabi SAW bersabda : “Janganlah engkau bercampur dengan mereka.” (HR. Bukhari)
Maksud dari Hadist ini adalah, bahwa yang seharusnya dilakukan oleh kaum wanita adalah meisahkan diri dari tempat dimana kaum laki-laki berkumpul.
· Kemudian Hadist berikut ini : Diberitakan dari Ummul Mukminin Aisyah ra, ia berkata : “Ketika Rasulullah SAW selesai mengerjakan shalat Subuh, para wanita kembali ke rumah masing-masing seraya menutupi tubuh mereka dengan kain penutup agar tidak tampak cahaya tubuh.” (HR. Bukhari)
Sekarang sudah jelas bahwa ikhtilath itu dilarang ditempat-tempat ibadah ataupun ditempat-tempat lain. Untuk menjaga kesucian diri kita yang mungkin saja dapat terpengaruh oleh lingkungan, di dalam kitab Al-Mar’ah Muta’al Al-Jabri disebutkan bahwa seorang ulama yang bijak pernah berkata : “Kesucian diri merupakan hijab yang dapat menjaga seseorang dari perbuatan ikhtilath.”
Sementara Syekh Ibrahim Izzat berkata : “Seorang wanita apabila terbiasa keluar dari rumahnya menuju lingkungan bercampur baur (antara laki-laki dan perempuan), maka sesungguhnya perasaan suci dalam dirinya telah hancur.”
Saudariku, kaum muslimah yang berbahagia. Saya berharap dari beberapa Hadist tersebut di atas kita mendapat pelajaran. Itu artinya kalian harus cepat-cepat hijrah (dari melakukan pergaulan (berkumpul) dengan laki-laki tanpa batasan), bercampur, berbaur di tengah-tengah kelompok laki-laki tanpa risih, padahal mereka bukan muhrim hijrah kepada perilaku, kehidupan terpuji wanita-wanita solehah terdahulu, para sahabat wanita-wanita di zaman Rasulullah yang keimanannya terhadap Kitabullah tidak diragukan.
Sampai disini saya sudahi tulisan (artikel) religius ini, saya berharap setelah membaca artikel ini, tidak ada lagi saudariku (kaum muslimah) yang tidak mempergunakan (memakai) hijab (jilbab) yaitu kerudung yang menutupi kepala sampai ke dada yaitu seolah-olah di atas kepala mereka ada seekor burung ghirban. Terima kasih atas segala perhatian, wabillahi taufik wal hidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
(Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari bukku : Wahai Wanita Merekalah Teladanmu. Oleh : Frof. DR. Thal’at Mohammad Afifi)

Entri Populer

Pengikut

pencarian